Kapuas hulu– corongkasusnews.com Menurut warga masyarakat setempat, bahwa saat ini sebanyak kurang lebih dua ratus sepuluh unit rakit mesin sedot yang digunakan untuk melakukan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di daerah aliran sungai wilayah Kecamatan Suhaid, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat.
Maraknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin di Kecamatan Suhaid, Kabupaten Kapuas Hulu tersebut disampaikan langsung oleh warga masyarakat setempat kepada media pada Selasa 11 November 2025.

Baca juga:BGN Proses Penonaktifan Pelaku Pelecehan Verbal dan Penganiayaan Pegawai SPPG
Baca juga:Presiden Pimpin Pemusnahan 214,84 Ton Narkoba oleh Polri, Kapolri: Tindak Lanjut Asta Cita
Di balik maraknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin tersebut, Menurut Narasumber dari desa Madang Permai dan Desa Tanjung bahwa pengurus aktivitas PETI saat ini telah memegang uang sebanyak 630 juta dengan kapasitas alat jek rakit sebanyak 210 rakit, uang masuk 1 (satu) set rakit harus wajib setor membayar Rp 3 juta, sedangkan mingguan Rp 500 ribu yang harus di setor ke pengurus aktivitas PETI di Kecamatan Suhaid.
Terkait setoran tersebut pun saat ini mulai dikeluhkan oleh para Pekerja, karena para pengurus tidak pernah transparan terkait kegunaan dan tujuan uang setoran hingga Rp 630 juta itu. Padahal menurut para pekerja, mereka memiliki Group WhatsApp untuk menyampaikan hal tersebut.
“Tetapi pengurus tidak pernah memberitahu ke semua pekerja uang yang kami setor ke pengurus di gunakan untuk apa saja, uang yang terkumpul 1 Minggu ini hampir 1 Miliar dan setelah di tanya uang nya sudah habis dan air PDAM juga nunggak 2 bulan,” ungkapnya.
Baca juga:Keadilan Restoratif jampidum setujui penghentian perkara kasus KDRT di Kejari Bengkayang
Baca juga:BGN Perketat Pengawasan dan Evaluasi Dapur Tidak Menjalankan SOP
Lanjutnya mengatakan, berikut nama-nama pengurus yang menggelapkan uang aktivitas PETI di Sungai Batang Suhaid, Kecamatan Suhaid, yaitu inisial Yes, Sam, Si, IB, IG, Ig, Og, Hen, Is.
Menurut masyarakat, saat ini kondisi air keruh berlumpur sangat mengkhawatirkan bagi kesehatan dan keselamatan masyarakat setempat akibat aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin di daerah aliran Sungai Batang Suhaid.
“Setelah ada aktivitas PETI di Hulu Sungai ini, kondisi air sungai pun berubah keruh dan tidak lagi bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Kalau tidak ada yang kerja, air jernih,” ujar Narasumber kepada Wartawan.
Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin itu pun menimbulkan kecurigaan bagi masyarakat setempat, karena tambang-tambang tersebut berada tidak jauh dari Kantor Polsek Suhaid. Namun, ketika dikonfirmasi, salah satu anggota Polsek Suhaid justru mengaku tidak mengetahui persoalan tersebut.
Baca juga:Ngopi bareng masyarakat kapolsek Sandai, meningkatkan sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban
Baca juga:Nitrit Pemicu Munculnya Gejala Keracunan di Bandung Barat
Hulu sungai desa apa, bro? Aku belum paham bro. Sungai belum pernah mutar-mutar,” jawab oknum Anggota itu melalui aplikasi WhatsApp.
Masyarakat berharap, persoalan ini menjadi salah satu atensi pemerintah sebelum persoalan semakin meluas. Meminta Pemerintah melalui Instansi dan institusi penegak hukum tindak tegas para cukong-cukong yang berlindung dibalik para pekerja.
“Kapolda Kalimantan Barat dan Mabes Polri agar membentuk Tim Khusus untuk mengusut tuntas dugaan pembiaran tambang emas ilegal di wilayah ini,” pungkasnya.



















Respon (2)