Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaBerita DaerahInternasionalKriminal

Lagi viral di Ketapang 15 (WNA) asal cina buat gaduh di kawasan tambang emas ( PT SRM)

211
×

Lagi viral di Ketapang 15 (WNA) asal cina buat gaduh di kawasan tambang emas ( PT SRM)

Sebarkan artikel ini

Corongkasusnews.com ‘–ketapang- lagi viral.!! 15 Warga Negara Asing (WNA) asal China membuat gaduh di kawasan perusahaan pertambangan emas PT Sultan Rafli Mandiri (PT SRM)
Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar). Mereka diduga melakukan perusakan hingga penyerangan.

Lagi viral di Ketapang 15 (WNA) asal cina buat gaduh di kawasan tambang emas ( PT SRM)

Baca juga:KEJAKSAAN KALBAR KEMBALI MELAKUKAN SITQ EKSEKUSI TERKAIT UANG PENGGANTI BERSAMA KEJARI PONTIANAK

Example 300x600

Baca juga:Kepala kejaksaan tinggi Kalbar gelar pengambilan sumpah Sertijab Kajari Ketapang

Setidaknya lima anggota TNI diserang dan dua kendaraan perusahaan dirusak oleh WNA tersebut. Para pelaku berbekal senjata tajam (sajam) dan airsoft gun.

Chief Security PT SRM Imran Kurniawan membenarkan adanya kejadian ini. Ia menjelaskan, penyerangan terjadi di Desa Pemuatan Batu, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, pada Minggu, 14 Desember 2025 pukul 15.40 WIB.

Baca juga:Tiga bulan berjalan, kasus oli ilegal tidak terungkap oleh Polda Kalbar BPM Kalbar buka suara

Baca juga:Dua ratus sepuluh rakit Dompeng peti di kecamatan suhaid janji Kapolda Kalbar tidak peti seperti air di daun keladi

“Dalam aksi penyerangan ini, satu mobil dan sepeda motor perusahaan kami dirusak oleh WN China,” kata Imran kepada detikcom, Minggu (14/12/2025).

Kronologi kejadiannya bermula pada pukul 15.30 WIB, anggota pengamanan sipil PT SRM sedang melaksanakan tugas jaga. Terlihat aktivitas penerbangan drone di sekitar PT SRM.

Pada saat bersamaan, lima anggota TNI dari Batalyon Zeni Tempur 6/Satya Digdaya (Yonzipur 6/SD) Anjungan yang ada di lokasi ikut melakukan pengejaran terhadap pilot drone.

Baca juga:Dittahti Polda Kalbar kunjungan ke polres Ketapang monitoring (SOP) fungsi perawatan tahanan

Baca juga:Dr. Herman Hofi: Kelalaian K3 Bisa Berujung Sanksi Pidana PT BAP/KBS Arial, harus bertanggung jawab atas kecelakaan kerja

“Saat anggota pengamanan kami mengejar pilot drone, lima anggota Yonzipur 6/SD yang ada di lokasi kejadian karena mereka sedang dalam kegiatan LDS (latihan dasar satuan) di PT SRM. Jadi total ada enam yang mengejar pilot drone,” beber Imran.

Kemudian, pada pukul 15.40 WIB, sekitar 300 meter dari pintu PT SRM, anggota pengamanan langsung menemui empat WNA yang menerbangkan drone.

“Saat anggota pengamanan kami dan anggota TNI turun dari kendaraan, tiba-tiba datang sebelas WN China lainnya. Mereka membawa empat bilah sajam dan airsoft gun serta alat setrum,” kata Imran.

Para WN China ini, kata Imran, langsung melakukan penyerangan terhadap enam anggota menggunakan sajam. Dikarenakan kalah jumlah dan menghindari benturan, anggota yang melakukan pengejaran langsung berlari menuju area perusahaan.

“Yang jelas, kejadian ini terjadi setelah pihak kami mengejar pilot atau orang yang menerbangkan drone. Motif menerbangkan drone atau penyerangan belum diketahui,” ujar Imran.

Akibat kejadian ini, pihak perusahaan mengalami kerugian berupa kerusakan berat pada mobil dan sepeda motor milik PT SRM.

“Anggota pengamanan kami sudah mengamankan satu sajam sebagai barang bukti. Kami pun sudah menghubungi pihak Polsek Tumbang Titi. Sudah ada anggota polsek yang datang untuk mendalami kejadian,” ujar dia.

Kapolsek Tumbang Titi Iptu Made Adyana membenarkan adanya kejadian ini. Ia mengatakan, pihak PT SRM belum membuat laporan secara resmi. Meski demikian, kata dia, situasi saat ini sudah kondusif.

Di lansir dari:Detik

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *