Ketapang Kalbar,– Aktivitas tambang emas tanpa izin atau peti kembali merenggut nyawa. Sebanyak empat orang penambang meninggal dunia dan 2 orang selamat setelah menghirup gas beracun dan kekurangan oksigen di dalam lubang galian dusun desa mensubang Bayangan, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang.

Peristiwa terjadi pada Senin, 30 Agustus 2026 sekitar pukul 17.00 WIB. Keenam korban baru berhasil dievakuasi sekitar pukul 21.00 WIB setelah tim gabungan melakukan upaya penyelamatan selama 4 jam.
Menurut keterangan warga, keenam korban sedang bekerja di lubang galian sedalam ±15 meter. Tidak lama bekerja, beberapa korban mengeluh sesak napas dan pingsan satu per satu.
Diduga kuat penyebabnya adalah kekurangan oksigen ditambah menghirup zat asam dan gas beracun yang mengendap di dasar lubang. Di tambang bawah tanah tanpa ventilasi, gas seperti CO2, CO, dan H2S sangat mudah menumpuk dan menggantikan oksigen
Mereka teriak minta tolong dari dalam, tapi suaranya pelan. Pas mau ditolong, yang masuk juga hampir pingsan karena udaranya pengap,” ujar salah satu warga yang ikut evakuasi.
Dari 6 orang yang terjebak, 4 orang dinyatakan meninggal dunia di dalam lubang. Jenazah dievakuasi dalam kondisi tidak bernyawa dan langsung dibawa ke Puskesmas Nanga Tayap untuk visum.
Sementara 2 orang lainnya selamat dengan kondisi lemas dan sesak napas. Keduanya langsung mendapat perawatan dan saat ini sudah pulang ke rumah identitas korban masih dalam proses pendataan oleh pihak desa,ujar salah satu warga,
Saat di konfirmasi Kapolsek Nanga Tayap melalui via WhatsApp Alhamdulillah tiga hari baru menjawab
Bahwa benar ada kejadian 4 orang meninggal dunia akibat nya kosban sebenarnya mau ngambil air dalam lobang belas galian
Dan Kapolsek sudah perintahkan anggota nya kelokasi
Namun saat media minta Poto dukumentasi bukti anggota nya ada kelokasi namun yang di kirim via WhatsApp hanya Poto dukumentasi di rumah duka
publik berharap hal ini menjadi atensi Kapolda Kalbar dan propam polda Kalbar, karna menyakut masalah orang meninggal manun Kapolsek nya. Kurang respons, saat di konfirmasi, media,
RED


















