Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaBerita DaerahInternasionalKriminalPolda KalbarPolres KetapangPolriTNI

Empat pekerja Peti dibayangan meninggal Kapolsek Nanga Tayap dikonfirmasi 3hari baru menjab propam Polda Kalbar diminta bertindak

24
×

Empat pekerja Peti dibayangan meninggal Kapolsek Nanga Tayap dikonfirmasi 3hari baru menjab propam Polda Kalbar diminta bertindak

Sebarkan artikel ini

Ketapang Kalbar,– Aktivitas tambang emas tanpa izin atau peti kembali merenggut nyawa. Sebanyak empat orang penambang meninggal dunia dan 2 orang selamat setelah menghirup gas beracun dan kekurangan oksigen di dalam lubang galian dusun desa mensubang Bayangan, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang.

Empat pekerja Peti dibayangan meninggal Kapolsek Nanga Tayap dikonfirmasi 3hari baru menjab propam Polda Kalbar diminta bertindak

Peristiwa terjadi pada Senin, 30 Agustus 2026 sekitar pukul 17.00 WIB. Keenam korban baru berhasil dievakuasi sekitar pukul 21.00 WIB setelah tim gabungan melakukan upaya penyelamatan selama 4 jam.

Example 300x600

Baca juga:Kapolsek sungai Laur pimpin lansung pembuatan sumur bor di desa riam Bunut tangkal karhutla secara dini

Menurut keterangan warga, keenam korban sedang bekerja di lubang galian sedalam ±15 meter. Tidak lama bekerja, beberapa korban mengeluh sesak napas dan pingsan satu per satu.

Diduga kuat penyebabnya adalah kekurangan oksigen ditambah menghirup zat asam dan gas beracun yang mengendap di dasar lubang. Di tambang bawah tanah tanpa ventilasi, gas seperti CO2, CO, dan H2S sangat mudah menumpuk dan menggantikan oksigen

Baca juga:Kapolsek sungai Laur pimpin lansung pembuatan sumur bor di desa riam Bunut tangkal karhutla secara dini

Mereka teriak minta tolong dari dalam, tapi suaranya pelan. Pas mau ditolong, yang masuk juga hampir pingsan karena udaranya pengap,” ujar salah satu warga yang ikut evakuasi.

Dari 6 orang yang terjebak, 4 orang dinyatakan meninggal dunia di dalam lubang. Jenazah dievakuasi dalam kondisi tidak bernyawa dan langsung dibawa ke Puskesmas Nanga Tayap untuk visum.

Sementara 2 orang lainnya selamat dengan kondisi lemas dan sesak napas. Keduanya langsung mendapat perawatan dan saat ini sudah pulang ke rumah identitas korban masih dalam proses pendataan oleh pihak desa,ujar salah satu warga,

Saat di konfirmasi Kapolsek Nanga Tayap melalui via WhatsApp Alhamdulillah tiga hari baru menjawab
Bahwa benar ada kejadian 4 orang meninggal dunia akibat nya kosban sebenarnya mau ngambil air dalam lobang belas galian

Dan Kapolsek sudah perintahkan anggota nya kelokasi
Namun saat media minta Poto dukumentasi bukti anggota nya ada kelokasi namun yang di kirim via WhatsApp hanya Poto dukumentasi di rumah duka

publik berharap hal ini menjadi atensi Kapolda Kalbar dan propam polda Kalbar, karna menyakut masalah orang meninggal manun Kapolsek nya. Kurang respons, saat di konfirmasi, media,

RED

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *